Rabu, 30 April 2014

laporan berpikir kreatif



LAPORAN PRAKTIKUM KEWIRAUSAHAAN
ACARA 5
Berpikir Kreatif (Eksplorasi Ke Planet Venus)

Logo unib1


Nama   :        DENNY YULFA
NPM    :        E1J012095
Hari      :        Senin
Jam      :        10.00-12.00


HANGGAR KEWIRAUSAHAAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2013
Bab I
PENDAHULUAN
A.      Dasar Teori
Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihannnya masing-masing, dan kecenderungan dari tiap-tiap insan tersebut, berupaya dengan keras untuk menutupi kekurangannya dengan kelebihan yang dimiliki, sehingga dengan bekal potensi yang dimiliki tersebut, setiap manusia berusaha untuk menunjukkan eksistensinya. Sesuatu yang cukup nampak, dengan perangai yang “halus” adalah akal pikiran manusia, sebagai lokomotif untuk menunjukkan jalan atau arah hidup yang akan digeluti, sehingga disebut dengan profesi.
Secara definitif beberpa tokoh mendefinisikan orang yang berpikir kreatif, seperti dibawah ini:
·         Menurut J.C. Coleman dan C.L. Hammen (1974), berpikir kreatif merupakan cara berpikir yang menghasilkan sesuatu yang baru dalam konsep, pengertian, penemuan, dan karya seni.
·         D.W. Mckinnon (1962) menyatakan, selain menghasilkan sesuatu yang baru, seseorang baru bisa dikatakan berpikir secara kreatif apabila memenuhi dua persyaratan:
1)      Pertama, sesuatu yang dihasilkannya harus dapat memecahkan persoalan secara realistis. Misalnya, untuk mengatasi kemacetan di ibu kota, bisa saja seorang walikota mempunyai gagasan untuk membangun jalan raya di bawah tanah. Memang, itu baru, tapi untuk ukuran Indonesia membuat jalan raya di bawah tanah tidak realistis. Dalam kasus ini sang walikota belum dikatakan kreatif.
2)      Kedua, hasil pemikirannya harus merupakan upaya mempertahankan suatu pengertian atau pengetahuan yang murni. Dengan kata lain, pemikirannya harus murni berasal dari pengetahuan atau pengertiannya sendiri, bukan jiplakan atau tiruan. Misalnya, seorang perancang busana mampu menciptakan yang unik memesona. Perancang itu dapat disebut kreatif asalkan rancangan itu memang benar-benar ide dan karyanya, bukan mencuri gagasan orang lain.
Dari ulasan J.C. Colemen, C. L. Hammen (1974) dan DW Mckinnon (1962), bahwa orang yang berpikir kreatif, selalu berpikir tentang sesuatu yang baru, sesuatu yang tiada untuk menjadi ada, dengan cara menghasilkn dari ide-ide brilian yang diupayakan untuk diterjemahkan kedalam bentuk realitas. Ada berbagai macam alasan, manusia mencoba untuk berpikir kreatif, tetapi secara umum alasan berpikir kreatif seperti dibawah ini:
1.Rangsangan terhadap kebutuhan baru, variasi kebutuhan, dan kebutuhan kompleks

2.Kebutuhan untuk mengkomunikasikan ide-ide dan nilai-nilai

3.Kebutuhan untuk memecahkan masalah

Ciri orang yang berpikir kreatif:
1.      Orang yang berpikir kreatif memiliki banyak energi dan aktif, tetapi mereka juga sering terlihat tenang dan seperti beristirahat.
2.      Orang yang berpikir kreatif cenderung pintar, namun juga naif pada saat yang sama.
3.      Orang yang berpikir kreatif memiliki kombinasi antara bermain dan disiplin, atau tanggung jawab dan tidak bertanggung jawab.
4.      Orang yang berpikir kreatif berpikir bergantian antara imajinasi, fantasi dan realitas.
5.      Orang yang berpikir kreatif berlabuh dalam pemikiran yang berlawanan antara keterbukaan dan ketertutupan.
6.      Orang yang berpikir kreatif juga luar biasa rendah hati dan berbangga diri pada saat yang sama.
7.      Orang yang berpikir kreatif sampai batas tertentu menghindari stereotipe terhadap gender tertentu dan memiliki kecenderungan berpikir androgini (laki-laki dan perempuan).
8.      Orang yang berpikir kreatif, umumnya, dianggap memberontak dan independen.

B.       Tujuan Praktikum

Pada praktikum kali ini terdapat tujuan-tujuannya seperti :
1.      Meningkatkan berpikir kreativitas mahasiswa
2.      Menemukan kreativitas akibat pengekangan faktor belenggu yang menghambat kreativitas.


Bab II
METODOLOGI
A.      Alat dan Bahan

Disini kita ada juga bahan dan alat yang terdapat dalam praktikum, seperti :
1)      Kaset CD
2)      DVD
3)      Speaker
4)      Kertas catatan

B.       Cara Kerja
Ada pun cara kerjanya :
1.      Bunyi music di perdengarkan kepada mahasiwa
2.      Mahasiswa mendengarkan music dengan penuh konsentrasi
3.      Dosem memberi instruksi kepada praktikan untuk memejamkan mata secara perlahan, mahasiswa dilarang untuk membuka mata atau pun pikiran yang lain ( music tetap mengalun selama eksplorasi).
4.      Dosen pemandu perjalanan eksplorasi ke planet venus hingga kembali ke bumi
5.      Setelah kembali di bumi mahasiswa diminta untuk membuka mata
6.      Mahasiswa diminta melukis (menggambarkan) di atas kertas hasil temuan selama eksplorasi (beri nama gambar tersebut)
7.      Evaluasi dilakukan dua kali, yakni evaluasi pada gambar pertama (setelah eksplorasi) dan gambar kedua dikerjakan setelah evaluasi gambar pertama. Gambar kedua dibuat bersama-sama dalam kelompok.
8.      Berikan kesimpulan dan jelaskan makna kreativitas.










































































































































DAFTAR PUSTAKA
Sumber : http://www.blog-berbagi.com/2012/05/berpikir-kreatif-pecahkan-masalah-blog.html

Kamis, 13 Maret 2014

LAPORAN MIKRO 1



LAPORAN PRAKTIKUM
ACARA KE-1








Nama                                                          : Denny Yulfa
NPM                                                  : E1J012095
Judul Acara                                                 : Pengenalan Alat Kerja Laboratorium
Hari, Tanggal Praktikum                            : Selasa, 19 Maret 2013
Dosen Pembingbing                          : Hendri Bustamam, Dr., Ir., MS.
Coass                                                          : Agung Matsetio


Laboratorium Hama Penyakit Tanaman
Fakultas  Pertanian
Universitas Bengkulu
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang

Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung kegiatan praktikum. mahasiswa akan terampil dalam praktikum apabila mereka mempunyai pengetahuan mengenai alat-alat praktikum. Pengetahuan alat yang kurang akan mempengaruhi kelancaran saat praktikum.

Sebelum melakukan praktikum, terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengetahui tentang alat-alat yang digunakan dalam melakukan praktikum tersebut. Hal ini berguna untuk mempermudah kita dalam melaksanakan percobaan, sehingga resiko kecelakaan di laboratorium dapat ditanggulangi. Kebersihan dan kesempurnaan alat sangat penting untuk bekerja di laboratorium. Alat yang kelihatan secara kasat mata, belum tentu bersih, tergantung pada pemahaman seorang analis mengenai apa artinya bersih.

Dalam laboratorium mikrobiologi ada banyak peralatan yang berupa gelas maupun non gelas. Dalam laboratorium mikrobiologi sterilisasi peralatan menjadi hal yang mutlak dalam kegiatan praktikum peserta. Kebersihan alat gelas gelas dilakukan sebelum dan sesudah praktikum. Sesuai dengan keaadaan apakah sudah steril atau belum.

Selain alat alat gelas sperti cawan petri dalam pekerjaan mikrobiologi membutuhkan banyak sekali peralatan mekanik dan optik yang tidak kalah penting dibandingkan peralatan gelas.

1.2  Tujuan

1.      Acara pengenalan alat-alat gelas, tujuannya adalah sebagai berikut :
Ø  Membedakan nama-nama peralatan gelas yang sering digunakan dalam kerja laboratorium.
Ø  Mampu menggunakan dan memelihara peralatan sesuai dengan prosedur.

2.      Acara pengenalan alat-alat mekanik, tujuannya adalah sebagai berikut :
Ø  Membedakan nama-nama peralatan mekanik yang sering digunakan dalam kerja laboratorium.
Ø  Mampu menggunakan, mengoperasikan, dan memelihara peralatan sesuai dengan prosedur.



















BAB II
TINAJUAN PUSTAKA
Dalam melakukan praktikum mikrobiologi, digunakan berbagai macam alat dengan fungsinya masing-masing sehingga sangat perlu keterampilan dalam menggunakan alat-alat mulai dari cara membersihkan sampel, penggunaan, dan penyimpanannya.( Rezki:2009)
Kemajuan dalam bidang metodologi  telah mengungkap pemahaman sifat-sifat dasar mikrobia serta aspek-aspek yang berkenaan dengan teknik dan metodologi penelitian mikroba. Alat merupakan salah satu pendukung dari pada keberhasilan suatu pekerjaan di laboratorium. Sehingga untuk memudahkan dan melancarkan berlangsungnya praktikum, pengetahuan mengenai penggunaan alat sangat diperlukan.(Amalia:2011)
Dalam suatu laboratorium, ada banyak jenis alat – alat yang digunakan, salah satu jenis alat yang sering digunakan dalam laboratorium mikrobiologi adalah alat sterilisasi. Dalam laboratorium, sterilisasi media dilakukan dengan menggunakan autoklaf yang menggunakan tekanan yang disebabkan uap air, sehingga suhu dapat mencapai 1210C. Sterilisasi dapat terlaksana bila mencapai tekanan 15 psi dan suhu 1210C selama 15 menit. Media biakan yang telah disterilkan harus diberi penutup agar tidak dicemari oleh mikroorganisme yang terdapat disekelilingnya (Arga:2013)
Alat – alat yang digunakan dalam  penelitian harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman, bakteri, virus dan jamur. Perlu adanya pengetahuan tentang cara – cara atau teknik sterilisasi. Hal ini dilakukan karena alat – alat yang digunakan memiliki teknik sterilisasi yang berbeda.(hestcassie:2013)
Bekerja di laboratorium Mikrobiologi tidak akan lepas dari berbagai kemungkinan terjadinya bahaya dari berbagai jenis bahan kimia baik yang bersifat sangat berbahaya maupun yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam Laboratorium juga dapat mengakibatkan bahaya yang tak jarang berisiko tinggi bagi Praktikan yang sedang melakukan praktikum jika tidak mengetahui cara dan prosedur penggunaan alat yang akan digunakan.(rian:2012)


BAB III
METODEOLOGI
3.1 Alat dan bahan
3.1.1 Alat dan bahan gelas
Bahan       : 100 gr detergen,1 L HCL 1%,1 L NaPO4 1%,10 L air bersih,200 ml alkohol          70%
Alat          :1 set kompor gas,1 buah panci perebus,1 rak peralatan 25 cm x 48 cm x 48 cm,1 cawan petri 9 cm kosong,1 cawan petri 9 cm diisi medium,1 buah gelas piala 250 ml,1 buah gelas piala 100 0ml, 1 buah gelas piala 5000 ml,1 pipet ukur 10 ml,5 buah tabung reaksi,1 buah labu Erlenmayer  250 ml,5 buah gelas preparat,5 buah gelas penutup,sikat tabung reaksi,1 kain lap halus ,1 bauh lampu bunsen,1 gulung  kertas tissue
3.1.2 Alat dan bahan meknik
Alat          :otoklaf, sentrifige, penghitung, koloni, inkubator, oven, timbangan analitik, kotak isolasi
3.2 Prosedur kerja
3.2.1 prosedur kerja gelas
1.      Menggambar skematis peraltan gelas yang tersedia kemudian memberi keterangan tentang bagian-bagianya ,kegunaan alat gelas yang bersangkutan,dan bagaimana cara merawatnya.
2.      Membuang media yang ada di dalam alat, kemudian direbus selama 30 menit untuk membunuh sisa mikroba.
3.      Setelah dingin, mencuci alat dengan detergen
4.      Membilas dengan air bersih mengalir
5.      Alat kemudian di rendam dengan NaPO4 menit,kemudian merendam alat dengan HCL selama 24 jam
6.      Kemudian,membilas air dengan aquades
7.      Mensterilkan alat dengan otoklaf pada suhu 1210C dengan 1 atmselama 15-30 menit

3.2.2        Prosedur kerja mekanik
1.      Membuat skematis alat,alata yang telah ada
2.      Memperhatikan bagian-bagian alat dan kegunaanya
3.      Mengoperasikan alat
4.      Mencatat cara pemeliharaan




















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Alat-alat gelas:
No.
Gambar dan nama alat
Kegunaan dan cara pemeliharaan
1
Gelas ukurhttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQFQqFxX57LNMwUutnQj38LtOUwEZVft1UuyLpUqS6qIHb9F_GQBO7-ixg

berfungsi untuk mengukur volume larutan yang akan digunakan. Prinsip kerjanya yaitu sebagai wadah penyimpanan benda cair dengan jumlah besar dan berskala.
2
Tabung reaksihttps://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSBo5KLnJF82k_JEW7ViVEW9k5lpMkcsnXsw3LBrj35rww1YPrVIq0f
berfungsi untuk melakukan suatu reaksi kimia dan wadah penyimpanan medium atau larutan yang akan disterilkan.
Prinsip kerjanya yaitu sebagai wadah penyimpanan medium dengan volume tidak diketahui karena tidak dilengkapi dengan skala.
3
Cawan petrihttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRpH5ZMKheAVnVIejOTjrDje86vBwOEanqK_mFvJ2jlSsGpGtf1IgmdqwI
Cawan ini digunakan sebagai wadah penyimpanan dan pembuatan kultur media. Prinsip kerjanya yaitu, medium diletakkan di dalam cawan petri kemudian ditutup dengan menggunakan penutup cawan.
4
Botol Erlenmayerhttps://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTSyubShR18voSf9xEeEjmWJvwt_xBXU9TSL8g_oRrB0cB__-NikGN1mA
Fungsinya untuk menyimpan medium, menyimpan larutan sisa, atau larutan yang akan dipergunakan, dan tempat untuk menyimpan medium yang akan disterilkan. Prinsip kerjanya yaitu sebagai wadah penyimpanan benda cair dengan jumlah besar dan berskala.
5
Gelas piala
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR6Mmu4e7R2P_e9nj3F0FXu29MIVdIIfMOJchVA_sFNnlbKuF4pOA8V7GA
Digunakan untuk menyimpan larutan
6
Pipet teteshttps://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSYZCaA10ADvzsCKYcAa9jejxNyUjLLpNM4ZQGW0dujEaTxrU7p_yZHfA
Pipet ini digunakan untuk mengambil dan memindahkan larutan yang akan digunakan dan dikeluarkan tetes per tetes. Prinsip kerjanya yaitu pengambilan larutan berdasarkan pompa karet atau pengatur skala pada bagian atas.
7
Pipet mikrohttps://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRVwFKHyg6BXZGYfIP_hLGaEq26YE8HXWxKfDmM-2IbeRvtvnVmY5DPDw
Untuk memindahkan larutan dalam skala mikroliter
8
Gelas ukur silindris
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSbxrAmpZ8vxNocgnG6OLW94YoBlzVJ-OEsCXEE6PTCg3R0rj7KvGREgd_W
Labu ukur adalah wadah yang terbuat dari gelas jernih dengan penutup, leher panjang dan berfungsi untuk menyimpan hasil ekstraksi dan pengenceran. Prinsip kerjanya yaitu, memasukkan zat atau larutan yang akan diencerkan ke dalam labu ukur kemudian menambahkan aquadest sampai batas garis skala yang telah ditentukan.
9
Gelas jam
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTVcRTZ3lCb67gz1tad76fK7VtnHt_s-Emb-F7p6vJb7bCYSWt7D7PhuQrN
Digunakan sebagai wadah saat penimbangan zat
10
Desikatorhttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSQ0w1I88-W9oyn4ROy1uUJHI_tDEWY3dnV5tDY_xmHB2HP4kXaQFrpgA
Digunakan untuk mengeringkan bahan yang masih basah

Alat-alat mekanik:
No.
Gambar dan nama alat
Kegunaan dan cara pemeliharaan
1
Otoklafhttps://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR-NbPG6BySb3H_2PFbGt_5yFIixfQCGzr8jOXx7H5t-BsbXts35-UsJQ
Otoklaf yaitu alat yang berfungsi untuk sterilisasi dengan uap panas bertekanan. Alat ini terdiri dari bejana tekanan tinggi yang dilengkapi manometer dan klep bahaya. Otoklaf dipakai untuk sterilisasi medium atau larutan atau alat-alat yang tidak tahan suhu tinggi. Prinsip kerjanya yaitu mensterilkan dengan bantuan uap.
2
Ovenhttps://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT1lOv0sZSypA5JdtGcd9q2j167JKfT6ZN6lExkoiZVHpX0IpvMfaaF_Q
Alat ini digunakan untuk sterilisasi alat-alat yang tahan terhadap panas tinggi misalnya cawan petri, tabung reaksi, labu Erlenmeyer, dan lain-lain. Alat ini umumnya dilengkapi termometer. Prinsip kerjanya yaitu mensterilkan dengan bantuan panas dari pijaran api atau listrik
3
Timbangan analitik
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRB4aF6shfoDHzb3XXnotk83mS2st51hDfTaTvhsyw1RcLnZ2yYBxL9QuRE
Prinsip kerja Neraca analitik yaitu alat penghitung satuan berat suatu benda dengan teknik digital. Alat ini berfungsi untuk menimbang bahan yang akan digunakan dalam praktikum dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Prinsip kerjanya yaitu meletakkan bahan pada timbangan tersebut kemudian melihat angka yang tertera pada layar, dan angka itu merupakan berat dari bahan yang ditimbang
4
Laminar flow
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSrcRkjLz0N1wIZbnW2J-SiVaTdYzbY3Z1VhDCDqz3WciZFyVFQkzbeFQ
Laminar Air Flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis dalam pekerjaan persiapan bahan tanaman, penanaman, dan pemindahan tanaman dari suatu botol ke botol yang lain dalam kultur in vitro
5
Penghitung koloni
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTTtEOs5snVwNC5NtR_Q-Xsh1ZYKOeFnp8fjIjEp0a0BL5mzrDWJ5j9T0Q
Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni bakteri atau jamur yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawan karena adanya kaca pembesar. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak.
6
Sentrifishttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTmahegg4r4DftFOAomWX2jcHY7HB_Y5gZU72Frwer2k6SY0mDGQgjh6Raz
Berfungsi untuk keperluan isolasi filtrate. Prinsip kerjanya yaitu dengan memasukkan larutan ke dalam centrifuge, nantinya akan didapatkan endapan pada dasar tabung dan filtrat pada bagian atas tabung.
7
Inkubatorhttps://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjXHOXPEIsiGLoCfH8m9TUMCpAkKk_6wWO96WNNAl_VVoZNspktVhwi04
Berfungsi untuk menginkubasi mikroba yang diinginkan pada suhu optimum pertumbuhannya. Prinsip kerjanya adalah menginkubasi sesuai suhu yang diinginkan.

4.2 Pembahasan
Dalam praktikum ini yaitu pengenalan alat-alat laboratorium hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita dapat mengenal dan mengetahui fungsi dari alat-alat laboratorium. Dalam praktikum mikrobiologi banyak sekali kita menggunakan alat-alat laboratorium baik alat-alat gelas maupun peralatan mekanik dan optik. Alat-alat gelas yang digunakan, terutama cawanpetri, tabung reaksi, gelas obyek, gelas penutup, gelas piala, gelas Erlenmeyer, dan lain-lain. Kebersihan alat-alat gelas tersebut sangat menentukan keberhasilan kegiatan yang kita lakukan, baik untuk menghindari kontaminasi maupun untuk kejelasan dan ketetapan pengamatan. Dalam hal ini kebersihan dapat diartikan sebagai jernih, kering, serta bebas dari debu dan lemak.

Pembersihan alat gelas dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan praktek, sesuai dengan keadaan, apakah sudah bersih atau belum. Alat-alat gelas yang digunakan harus selalu dikembalikan dalam keadaan bersih. Untuk memudahkan pembersihan, alat gelas sebaiknya dikelompokkan menurut jenis dan ukurannya. Sebelum dibersihkan,alat gelas juga harus dibersihkan dulu dari segala bentuk kotoran, seperti : medium kultur (media biakan), selotip, marker, dan lain-lain. Marker permanen dapat dihilangkan dengan menyapukan kapas yang telah dibasahi aseton pada bagian yang dibersihkan.

Selain alat-alat yang terbuat dari gelas seperti yang telah disebutkan diatats, dalam pekerjaan mikrobiologi membutuhkan banyak sekali peralatan mekanik dan paralatan optic yang tidak kalah penting dari peralatan gelas. Peralatan mekanik ini misalnya: otoklaf, sentrifuge, penghitung koloni, incubator, oven, timbangan analitik, kotak isolasi.

Dari hasil pengamatan alat-alat tersebut memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda, meskipun ada juga fungsidan penggunaannya hampir sama.Alat-alat ini juga terdiri dari sterilisasi, yaitu alat yang digunakan untuk sterilisasi. Sterilisasi adalah usaha untuk membebaskan alat-alat maupun bahan-bahan dari semua kehidupan. Alat isolasi adalah alat yang digunakan untuk mengisolasi mikroorganisme dan alat inokulasi mikroba.

     Pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar dapat diketahui cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisasi sedikit mungkin. Hal ini penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula. Data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang. Selain itu, bahan dan peralatan yang digunakan dalam penelitian harus dalam kondisi steril. Untuk mencapainya, maka diperlukan teknik sterilisasi.





















BAB V
KESIMPULAAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
     Berdasarkan hasil praktikum maka dapat disimpulkan bahwa alat-alat pada laboratorium mikrobiologi terbagi atas alat-alat yang terbuat dari gelas dan alat-alat mekanik. Yang termasuk alat-alat gelas antara lain tabung reaksi, tabung durham, erlenmeyer, gelas ukur, pipet tetes, cawan petri dan penutup, batang gelas bengkok, corong, batang pengaduk, gelas kimia dan labu ukur. Alat harus selalu steril sebelum dan sesudah penggunaan. Perawatan alat alat dilakukan dengan cara  pemeriksaan berkala
Yang termasuk alat-alat mekanik yaitu otoklaf, oven, dan bunsen, Colony Counter, Inkubator, Shaker, Ose, rak tabung, centrifuge, neraca analitik, spektrofotometer, lemari pendingin, kompor gas, dan laminary air flow. Menggunakan alat dengan hati-hati sesuai petunjuk instruktur.simpan alat yang telah digunakan dengn dibersihkan terlebih dahulu.
5.2 Saran
Sebaiknya pada saat instruktur memberikan materi sebaiknya diperhatikan secara seksama,mengingat pentingnya pengenalan alat-alat yang digunakan untuk mempermudah pada saat praktikum.








DAFTAR PUSTAKA
R. Putri, Amalia.2011.pengenalan alat-alat laboratorium. http://manumeng.blogspot.com
Hestcassie.2013.alat laboratorium mikrobiologi. http://hestcassie.wordpress.com
Arga.2013.praktikum mikrobilogi.http://lapaktip.blogspot.com
Yusuf,Andi Rezki Ferawati .2009.laporan praktikum.http://fheeyraredzqiiy.wordpress.com
Rian.2012.pengenalan alat. http://rianrtandra.wordpress.com
Purnomo,bambang.2013.mikrobiologi.Bengkulu:UNIB


LAPORAN PRAKTIKUM
ACARA KE-1








Nama                                                          : Denny Yulfa
NPM                                                  : E1J012095
Judul Acara                                                 : Pengenalan Alat Kerja Laboratorium
Hari, Tanggal Praktikum                            : Selasa, 19 Maret 2013
Dosen Pembingbing                          : Hendri Bustamam, Dr., Ir., MS.
Coass                                                          : Agung Matsetio


Laboratorium Hama Penyakit Tanaman
Fakultas  Pertanian
Universitas Bengkulu
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang

Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung kegiatan praktikum. mahasiswa akan terampil dalam praktikum apabila mereka mempunyai pengetahuan mengenai alat-alat praktikum. Pengetahuan alat yang kurang akan mempengaruhi kelancaran saat praktikum.

Sebelum melakukan praktikum, terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengetahui tentang alat-alat yang digunakan dalam melakukan praktikum tersebut. Hal ini berguna untuk mempermudah kita dalam melaksanakan percobaan, sehingga resiko kecelakaan di laboratorium dapat ditanggulangi. Kebersihan dan kesempurnaan alat sangat penting untuk bekerja di laboratorium. Alat yang kelihatan secara kasat mata, belum tentu bersih, tergantung pada pemahaman seorang analis mengenai apa artinya bersih.

Dalam laboratorium mikrobiologi ada banyak peralatan yang berupa gelas maupun non gelas. Dalam laboratorium mikrobiologi sterilisasi peralatan menjadi hal yang mutlak dalam kegiatan praktikum peserta. Kebersihan alat gelas gelas dilakukan sebelum dan sesudah praktikum. Sesuai dengan keaadaan apakah sudah steril atau belum.

Selain alat alat gelas sperti cawan petri dalam pekerjaan mikrobiologi membutuhkan banyak sekali peralatan mekanik dan optik yang tidak kalah penting dibandingkan peralatan gelas.

1.2  Tujuan

1.      Acara pengenalan alat-alat gelas, tujuannya adalah sebagai berikut :
Ø  Membedakan nama-nama peralatan gelas yang sering digunakan dalam kerja laboratorium.
Ø  Mampu menggunakan dan memelihara peralatan sesuai dengan prosedur.

2.      Acara pengenalan alat-alat mekanik, tujuannya adalah sebagai berikut :
Ø  Membedakan nama-nama peralatan mekanik yang sering digunakan dalam kerja laboratorium.
Ø  Mampu menggunakan, mengoperasikan, dan memelihara peralatan sesuai dengan prosedur.



















BAB II
TINAJUAN PUSTAKA
Dalam melakukan praktikum mikrobiologi, digunakan berbagai macam alat dengan fungsinya masing-masing sehingga sangat perlu keterampilan dalam menggunakan alat-alat mulai dari cara membersihkan sampel, penggunaan, dan penyimpanannya.( Rezki:2009)
Kemajuan dalam bidang metodologi  telah mengungkap pemahaman sifat-sifat dasar mikrobia serta aspek-aspek yang berkenaan dengan teknik dan metodologi penelitian mikroba. Alat merupakan salah satu pendukung dari pada keberhasilan suatu pekerjaan di laboratorium. Sehingga untuk memudahkan dan melancarkan berlangsungnya praktikum, pengetahuan mengenai penggunaan alat sangat diperlukan.(Amalia:2011)
Dalam suatu laboratorium, ada banyak jenis alat – alat yang digunakan, salah satu jenis alat yang sering digunakan dalam laboratorium mikrobiologi adalah alat sterilisasi. Dalam laboratorium, sterilisasi media dilakukan dengan menggunakan autoklaf yang menggunakan tekanan yang disebabkan uap air, sehingga suhu dapat mencapai 1210C. Sterilisasi dapat terlaksana bila mencapai tekanan 15 psi dan suhu 1210C selama 15 menit. Media biakan yang telah disterilkan harus diberi penutup agar tidak dicemari oleh mikroorganisme yang terdapat disekelilingnya (Arga:2013)
Alat – alat yang digunakan dalam  penelitian harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman, bakteri, virus dan jamur. Perlu adanya pengetahuan tentang cara – cara atau teknik sterilisasi. Hal ini dilakukan karena alat – alat yang digunakan memiliki teknik sterilisasi yang berbeda.(hestcassie:2013)
Bekerja di laboratorium Mikrobiologi tidak akan lepas dari berbagai kemungkinan terjadinya bahaya dari berbagai jenis bahan kimia baik yang bersifat sangat berbahaya maupun yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam Laboratorium juga dapat mengakibatkan bahaya yang tak jarang berisiko tinggi bagi Praktikan yang sedang melakukan praktikum jika tidak mengetahui cara dan prosedur penggunaan alat yang akan digunakan.(rian:2012)


BAB III
METODEOLOGI
3.1 Alat dan bahan
3.1.1 Alat dan bahan gelas
Bahan       : 100 gr detergen,1 L HCL 1%,1 L NaPO4 1%,10 L air bersih,200 ml alkohol          70%
Alat          :1 set kompor gas,1 buah panci perebus,1 rak peralatan 25 cm x 48 cm x 48 cm,1 cawan petri 9 cm kosong,1 cawan petri 9 cm diisi medium,1 buah gelas piala 250 ml,1 buah gelas piala 100 0ml, 1 buah gelas piala 5000 ml,1 pipet ukur 10 ml,5 buah tabung reaksi,1 buah labu Erlenmayer  250 ml,5 buah gelas preparat,5 buah gelas penutup,sikat tabung reaksi,1 kain lap halus ,1 bauh lampu bunsen,1 gulung  kertas tissue
3.1.2 Alat dan bahan meknik
Alat          :otoklaf, sentrifige, penghitung, koloni, inkubator, oven, timbangan analitik, kotak isolasi
3.2 Prosedur kerja
3.2.1 prosedur kerja gelas
1.      Menggambar skematis peraltan gelas yang tersedia kemudian memberi keterangan tentang bagian-bagianya ,kegunaan alat gelas yang bersangkutan,dan bagaimana cara merawatnya.
2.      Membuang media yang ada di dalam alat, kemudian direbus selama 30 menit untuk membunuh sisa mikroba.
3.      Setelah dingin, mencuci alat dengan detergen
4.      Membilas dengan air bersih mengalir
5.      Alat kemudian di rendam dengan NaPO4 menit,kemudian merendam alat dengan HCL selama 24 jam
6.      Kemudian,membilas air dengan aquades
7.      Mensterilkan alat dengan otoklaf pada suhu 1210C dengan 1 atmselama 15-30 menit

3.2.2        Prosedur kerja mekanik
1.      Membuat skematis alat,alata yang telah ada
2.      Memperhatikan bagian-bagian alat dan kegunaanya
3.      Mengoperasikan alat
4.      Mencatat cara pemeliharaan




















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Alat-alat gelas:
No.
Gambar dan nama alat
Kegunaan dan cara pemeliharaan
1
Gelas ukurhttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQFQqFxX57LNMwUutnQj38LtOUwEZVft1UuyLpUqS6qIHb9F_GQBO7-ixg

berfungsi untuk mengukur volume larutan yang akan digunakan. Prinsip kerjanya yaitu sebagai wadah penyimpanan benda cair dengan jumlah besar dan berskala.
2
Tabung reaksihttps://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSBo5KLnJF82k_JEW7ViVEW9k5lpMkcsnXsw3LBrj35rww1YPrVIq0f
berfungsi untuk melakukan suatu reaksi kimia dan wadah penyimpanan medium atau larutan yang akan disterilkan.
Prinsip kerjanya yaitu sebagai wadah penyimpanan medium dengan volume tidak diketahui karena tidak dilengkapi dengan skala.
3
Cawan petrihttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRpH5ZMKheAVnVIejOTjrDje86vBwOEanqK_mFvJ2jlSsGpGtf1IgmdqwI
Cawan ini digunakan sebagai wadah penyimpanan dan pembuatan kultur media. Prinsip kerjanya yaitu, medium diletakkan di dalam cawan petri kemudian ditutup dengan menggunakan penutup cawan.
4
Botol Erlenmayerhttps://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTSyubShR18voSf9xEeEjmWJvwt_xBXU9TSL8g_oRrB0cB__-NikGN1mA
Fungsinya untuk menyimpan medium, menyimpan larutan sisa, atau larutan yang akan dipergunakan, dan tempat untuk menyimpan medium yang akan disterilkan. Prinsip kerjanya yaitu sebagai wadah penyimpanan benda cair dengan jumlah besar dan berskala.
5
Gelas piala
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR6Mmu4e7R2P_e9nj3F0FXu29MIVdIIfMOJchVA_sFNnlbKuF4pOA8V7GA
Digunakan untuk menyimpan larutan
6
Pipet teteshttps://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSYZCaA10ADvzsCKYcAa9jejxNyUjLLpNM4ZQGW0dujEaTxrU7p_yZHfA
Pipet ini digunakan untuk mengambil dan memindahkan larutan yang akan digunakan dan dikeluarkan tetes per tetes. Prinsip kerjanya yaitu pengambilan larutan berdasarkan pompa karet atau pengatur skala pada bagian atas.
7
Pipet mikrohttps://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRVwFKHyg6BXZGYfIP_hLGaEq26YE8HXWxKfDmM-2IbeRvtvnVmY5DPDw
Untuk memindahkan larutan dalam skala mikroliter
8
Gelas ukur silindris
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSbxrAmpZ8vxNocgnG6OLW94YoBlzVJ-OEsCXEE6PTCg3R0rj7KvGREgd_W
Labu ukur adalah wadah yang terbuat dari gelas jernih dengan penutup, leher panjang dan berfungsi untuk menyimpan hasil ekstraksi dan pengenceran. Prinsip kerjanya yaitu, memasukkan zat atau larutan yang akan diencerkan ke dalam labu ukur kemudian menambahkan aquadest sampai batas garis skala yang telah ditentukan.
9
Gelas jam
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTVcRTZ3lCb67gz1tad76fK7VtnHt_s-Emb-F7p6vJb7bCYSWt7D7PhuQrN
Digunakan sebagai wadah saat penimbangan zat
10
Desikatorhttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSQ0w1I88-W9oyn4ROy1uUJHI_tDEWY3dnV5tDY_xmHB2HP4kXaQFrpgA
Digunakan untuk mengeringkan bahan yang masih basah

Alat-alat mekanik:
No.
Gambar dan nama alat
Kegunaan dan cara pemeliharaan
1
Otoklafhttps://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR-NbPG6BySb3H_2PFbGt_5yFIixfQCGzr8jOXx7H5t-BsbXts35-UsJQ
Otoklaf yaitu alat yang berfungsi untuk sterilisasi dengan uap panas bertekanan. Alat ini terdiri dari bejana tekanan tinggi yang dilengkapi manometer dan klep bahaya. Otoklaf dipakai untuk sterilisasi medium atau larutan atau alat-alat yang tidak tahan suhu tinggi. Prinsip kerjanya yaitu mensterilkan dengan bantuan uap.
2
Ovenhttps://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT1lOv0sZSypA5JdtGcd9q2j167JKfT6ZN6lExkoiZVHpX0IpvMfaaF_Q
Alat ini digunakan untuk sterilisasi alat-alat yang tahan terhadap panas tinggi misalnya cawan petri, tabung reaksi, labu Erlenmeyer, dan lain-lain. Alat ini umumnya dilengkapi termometer. Prinsip kerjanya yaitu mensterilkan dengan bantuan panas dari pijaran api atau listrik
3
Timbangan analitik
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRB4aF6shfoDHzb3XXnotk83mS2st51hDfTaTvhsyw1RcLnZ2yYBxL9QuRE
Prinsip kerja Neraca analitik yaitu alat penghitung satuan berat suatu benda dengan teknik digital. Alat ini berfungsi untuk menimbang bahan yang akan digunakan dalam praktikum dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Prinsip kerjanya yaitu meletakkan bahan pada timbangan tersebut kemudian melihat angka yang tertera pada layar, dan angka itu merupakan berat dari bahan yang ditimbang
4
Laminar flow
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSrcRkjLz0N1wIZbnW2J-SiVaTdYzbY3Z1VhDCDqz3WciZFyVFQkzbeFQ
Laminar Air Flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis dalam pekerjaan persiapan bahan tanaman, penanaman, dan pemindahan tanaman dari suatu botol ke botol yang lain dalam kultur in vitro
5
Penghitung koloni
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTTtEOs5snVwNC5NtR_Q-Xsh1ZYKOeFnp8fjIjEp0a0BL5mzrDWJ5j9T0Q
Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni bakteri atau jamur yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawan karena adanya kaca pembesar. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak.
6
Sentrifishttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTmahegg4r4DftFOAomWX2jcHY7HB_Y5gZU72Frwer2k6SY0mDGQgjh6Raz
Berfungsi untuk keperluan isolasi filtrate. Prinsip kerjanya yaitu dengan memasukkan larutan ke dalam centrifuge, nantinya akan didapatkan endapan pada dasar tabung dan filtrat pada bagian atas tabung.
7
Inkubatorhttps://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjXHOXPEIsiGLoCfH8m9TUMCpAkKk_6wWO96WNNAl_VVoZNspktVhwi04
Berfungsi untuk menginkubasi mikroba yang diinginkan pada suhu optimum pertumbuhannya. Prinsip kerjanya adalah menginkubasi sesuai suhu yang diinginkan.

4.2 Pembahasan
Dalam praktikum ini yaitu pengenalan alat-alat laboratorium hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita dapat mengenal dan mengetahui fungsi dari alat-alat laboratorium. Dalam praktikum mikrobiologi banyak sekali kita menggunakan alat-alat laboratorium baik alat-alat gelas maupun peralatan mekanik dan optik. Alat-alat gelas yang digunakan, terutama cawanpetri, tabung reaksi, gelas obyek, gelas penutup, gelas piala, gelas Erlenmeyer, dan lain-lain. Kebersihan alat-alat gelas tersebut sangat menentukan keberhasilan kegiatan yang kita lakukan, baik untuk menghindari kontaminasi maupun untuk kejelasan dan ketetapan pengamatan. Dalam hal ini kebersihan dapat diartikan sebagai jernih, kering, serta bebas dari debu dan lemak.

Pembersihan alat gelas dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan praktek, sesuai dengan keadaan, apakah sudah bersih atau belum. Alat-alat gelas yang digunakan harus selalu dikembalikan dalam keadaan bersih. Untuk memudahkan pembersihan, alat gelas sebaiknya dikelompokkan menurut jenis dan ukurannya. Sebelum dibersihkan,alat gelas juga harus dibersihkan dulu dari segala bentuk kotoran, seperti : medium kultur (media biakan), selotip, marker, dan lain-lain. Marker permanen dapat dihilangkan dengan menyapukan kapas yang telah dibasahi aseton pada bagian yang dibersihkan.

Selain alat-alat yang terbuat dari gelas seperti yang telah disebutkan diatats, dalam pekerjaan mikrobiologi membutuhkan banyak sekali peralatan mekanik dan paralatan optic yang tidak kalah penting dari peralatan gelas. Peralatan mekanik ini misalnya: otoklaf, sentrifuge, penghitung koloni, incubator, oven, timbangan analitik, kotak isolasi.

Dari hasil pengamatan alat-alat tersebut memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda, meskipun ada juga fungsidan penggunaannya hampir sama.Alat-alat ini juga terdiri dari sterilisasi, yaitu alat yang digunakan untuk sterilisasi. Sterilisasi adalah usaha untuk membebaskan alat-alat maupun bahan-bahan dari semua kehidupan. Alat isolasi adalah alat yang digunakan untuk mengisolasi mikroorganisme dan alat inokulasi mikroba.

     Pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar dapat diketahui cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisasi sedikit mungkin. Hal ini penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula. Data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang. Selain itu, bahan dan peralatan yang digunakan dalam penelitian harus dalam kondisi steril. Untuk mencapainya, maka diperlukan teknik sterilisasi.





















BAB V
KESIMPULAAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
     Berdasarkan hasil praktikum maka dapat disimpulkan bahwa alat-alat pada laboratorium mikrobiologi terbagi atas alat-alat yang terbuat dari gelas dan alat-alat mekanik. Yang termasuk alat-alat gelas antara lain tabung reaksi, tabung durham, erlenmeyer, gelas ukur, pipet tetes, cawan petri dan penutup, batang gelas bengkok, corong, batang pengaduk, gelas kimia dan labu ukur. Alat harus selalu steril sebelum dan sesudah penggunaan. Perawatan alat alat dilakukan dengan cara  pemeriksaan berkala
Yang termasuk alat-alat mekanik yaitu otoklaf, oven, dan bunsen, Colony Counter, Inkubator, Shaker, Ose, rak tabung, centrifuge, neraca analitik, spektrofotometer, lemari pendingin, kompor gas, dan laminary air flow. Menggunakan alat dengan hati-hati sesuai petunjuk instruktur.simpan alat yang telah digunakan dengn dibersihkan terlebih dahulu.
5.2 Saran
Sebaiknya pada saat instruktur memberikan materi sebaiknya diperhatikan secara seksama,mengingat pentingnya pengenalan alat-alat yang digunakan untuk mempermudah pada saat praktikum.








DAFTAR PUSTAKA
R. Putri, Amalia.2011.pengenalan alat-alat laboratorium. http://manumeng.blogspot.com
Hestcassie.2013.alat laboratorium mikrobiologi. http://hestcassie.wordpress.com
Arga.2013.praktikum mikrobilogi.http://lapaktip.blogspot.com
Yusuf,Andi Rezki Ferawati .2009.laporan praktikum.http://fheeyraredzqiiy.wordpress.com
Rian.2012.pengenalan alat. http://rianrtandra.wordpress.com
Purnomo,bambang.2013.mikrobiologi.Bengkulu:UNIB